Upgreding Kepengurusan SENAT STAI-JM: Bijaksana dalam pebedaan!

Spread the love
Safawi al Jawy
memberikan Materi Up Gerading SENAT STAI-JM-Langkat

Minggu/21/o7/2019 berkesempatan berbicara dalam forum Upgreding Kepengurusan SENAT Mahasiswa STAI_JM T. Pura Kabupaten Langkat, dihadiri oleh pengurus SENAT Periode 2019-2021 yang baru saja terpilih dengan Riza Ansari sebagai Ketua Senat STAI-JM terpilih.  kegiatan tersebut dilaksanakan di aula STAI-JM, dengan jumlah peserta 50 orang. kegiatan ini bertujuan sebagai pembekalan dan penguatan kepengurusan sehingga diharapana pengurus kedepan aktif dan terlibat dalam mekanisme perjalanan organisasi dengan visi memajukan kampus STAI-JM agar mampu memberi kontribusi positif atas kemajuan bangsa khususnya kabupaten Langkat. 

Memberikan materi Sharing Kepengurusan

Sharing kepengurusan sebenarnya menceritakan berbagai pengalaman pengurus dalam menjalankan amanat organisasi yang diembannya sebagai anggota. Tentunya dalam proses tersebut, ada pengalaman baik dan buruk dilalui mereka. Dalam kehidupan, pengalaman baik dan buruk seorang manusia pada hakikatnya merupakan ilmu yang berharga akan mampu membuat kita bijak dalam menjalani hidup ke depan. dalam berorganisasi, hal yang terpenting adalah bagaimana serorang pengurus mengetahui karakteristik anggota pengurus yang lain sehingga ia mampu bersikap wajar terhadap gejala serta perilaku yang dimunculkannya. kesatuan visi dalam sebuah wadah organisasi belum cukup jika tidak diikat dengan komitmen yang sadar dan ikhlas. sadar dan ikhlas tersebut diartikan bahwa komitmen yang dibangun bukan dari keterpaksaan karena hanya keterikatan dengan visi yang sama.

Hal ini yang kerap kali terjadi dalam sebuah organisasi, tak jarang satu wadah terdiri dari anggota yang memiliki visi dan misi yang sama namun berbeda karakter dan tidak menghargai dan memahami satu sama lain, sehingga sering terjadi perpecahan dalam organisasi tersebut akibat dari ketidakcocokan antara anggota.

Tuhan memang telah menakdirkan kita berbeda dalam bingkai realitas kehidupan, namun Tuhan menitipkan sifat Wisdom, Al Hikmah, kebijaksanaan, serta ketauladanan yang baik  yang merupakan potensi primordial manusia untuk dapat ditumbuhkembangkan khususnya dalam melihat perbedaan berorganisasi apalagi dalam menjalankan kehidupan. potensi dasar yang positif ini semestinya terus dikembangkan agar kualifikasi Insan sebagai manusia Rabani terus terlatih dan tumbuh yang lambat laun menjadi karakter tetap dalam berperilaku kita. (SAJ)

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan