Memahami Kemanusiaan Rasul

kelahiran Muhammad
Spread the love
kelahiran Muhammad
ILUSTRASI

pernah mendengar rasul sedang bercanda dengan beberapa orang para sahabat ketika melihat seekor unta tua yang ia katakan anak unta. Ngerjain Ali dengan biji kurma, bermuka masam ketika sang pengemis buta datang padanya hingga ia ditegur langsung oleh Rabbnya dengan sindiran metaforis ia BERMUKA MASAM.  Pertengkaran kecil antara istri-istrinya, semuanya itu adalah sisi manusia seorang utusan Allah yang membawa risalah dari Tuhan untuk umat manusia. Apakah sisi kemanusiaan di atas sesungguhnya tidak berlaku bagi seorang Nabi dan rasul sehingga seharusnya rasulullah tampak sempurna di mata manusia dan umatnya.

pertanyaan kecil ini adalah berawal dari muara kegelisahan kita dalam  beragama dengan mengharapkan pembawanya seperti layaknya malaikat tanpa cela. Keagamaan kita yang gamang, sehingga rasul kita bandingkan bagaikan langit yang menjulang sempurna.  Menjangkau sang langit  pasti akan merasa sulit, begitu pula apa-apa yang dibawanya bahkan beserta segenap ajaran yang dibawanya! ketidakpercayaan diri manusia telah membentuk anggapan umu  sang Nabi yang malaikat, menisbahkan kepengecutan kita terhadap tanda-tanda fitrah biologis manusia adalah sebuah kesalahan yang fatal.

Nabi diutus untuk manusia yang multikompleks dalam bingkai multikultur pula. sebagai uswah dari berbagai aspek ia harus menjadi manusia kebanyakan, menjadai insan dan manusia normal hingga ajaran yang dibawa beliau sesuai dengan titik nadir kemanusiaan setiap umatnya. Karena sesungguhnya agama yang dibawanya adalah agama kemanusiaan dan untuk manusia!

 

 

Tinggalkan Balasan