ISNU dan Warga Nahdiyin, Sebuah Refleksi Menjelang Pelantikan ISNU

Safawi Al Jawy
Spread the love
Safawi Al Jawy
Safawi Al Jawy Kader Ansor Langkat

Sabtu/ 03/08/2109 mendatang  akan diadakan Pelantikan dan pengukuhan Pengurus Cabang Ikatan Pemuda Nahdlatul Ulama (ISNU), salah satu organisasi yang menjadi BANOM (Badan Otonom)  NU yang paling muda berada di lingkungan Pengurus besar Nahdlatul Ulama, walau eksistensinya sejak dahulu telah lama berkiprah dalam dinamika organisasi besar tersebut , namun baru berhasil dilembagakan pada tahun 2012 pada Muktamar ke 32 NU tahun 2010. Wa Bil Khusus ISNU Cabang Langkat, pengurus yang baru terbentuk dengan personalia terdiri dari berbagai latar belakang organisasi yang bermacam-macam menjadikan ISNU Cabang Langkat  ke depan lebih selektif dan arif dalam melaksanakan rekrutmen kepengurusan demi tegaknya nilai-nilai militansi organisasi di bawah bendera Nahdlatul Ulama.

Tidak dapat dipungkiri bahwa, nilai-nilai Militansi organisasi tersebut didapatkan melalui proses Kaderisasi yang jelas, terukur dan akuntabel.  Kita sepakat bentukan Militan Kader ditempah melalui dinamika-dinamika forum dan kegiatan yang ada di setiap jenjang perkaderan dan itu sangat mahal harganya, walau secara empiris, nilai militansi itu juga bisa didapatkan bukan hanya melewati proses kaderisasi Un sich, namun Nilai militansi yang didapatkan tanpa melalui kaderisasi tersebut akan liar, alih-alih loyal terhadap organisasi, para kader menjadi pragmatis oportunis hanya melihat peluang yang berada di organisasi tersebut.  ini yang sering terjadi!

Dalam perjalanan dinamikanya, NU kerapkali diterpa badai fitnah hingga hari ini. Dinamika yang pelik di tubuh NU saat ini mengisyaratkan kaum Nahdiyin untuk lebih serius dalam mengukur tingkat Loyalitas para anggota pengurusnya. Betapa banyak hari ini jika kita lihat berita di berbagai media massa, orang-orang yang mengaku NU, lalu kemudian dia menyerang karakter NU sehingga NU tercitrakan negatif bagi para pengurusnya. Namun, Kekeramatan Organisasi warisan Kiyai Langitan ini tetap kokoh tegap berdiri hingga klimaksnya, ia memenangkan pertarungan politik yang ditandai dengan terpilihnya KH. Ma’ruf Amin mendamping Presiden Jokowi. Hal ini merupakan letupan yang besar bagi NU, sehingga NU dan para Nahdiyin mempunyai Kans dalam kekuasaan secara politik. lagi-lagi marwah NU sedang naik saat ini, seperti pepatah mengatakan, dimana ada gula di situ ada semut.

betapa banyak orang-orang yang datang mengklaim bahwa mereka adalah warga Nahdiyin, tanpa pernah tahu riwayatnya secara struktural, Kultural dan hubungan emosional, hingga kita lebih enak menyebutnya Nahdiyin kagetan, ketimbang mereka yang dari dulu militan berjuang bersama mati-matian ketika NU ditimpa Fitnah hujan cacian dan makian.

dengan Momentum pengukuhan dan pelantikan ini, ISNU Langkat diharapkan mampu menjawab segurat kegelisahan dalam tulisan ini, hingga ISNU Langkat merupakan organisasi Banom NU yang terdiri dari kader yang memiliki nilai militansi yang tidak diragukan. Semoga… Wallahu muwafiq ilaa Aqwami tharieq. (SAJ)

Tinggalkan Balasan