Bupati Langkat Melepas Calon Haji: Selamat Jalan Pak Haji,

Spread the love
Foto: Bupati Menyalami Jamaah Umroh T. Pura

Stabat, Kamis (18/7/2019) Bapak Bupati Langkat melepaskan calon Jemaah Haji cloter 8 dari Jentera Malay Stabat menuju Asrama haji Medan sejumlah 90 orang. Beliau melepasnya dengan iringan doa semoga selalu sehat wal Afiat dandiberi kemudahan dalam melaksanakan ibadah haji serta selamat sampai kembali ke Langkat. 

Ritual pelaksanaan haji merupakan salah satu rukun Islam yang ke Lima wajib dilaksanakan oleh seorang Muslim yang mampu secara fisik dan materi. Pelaksanaan Haji merupakan momentum silaturahim umat Muslim sedunia, berkumpul dalam satu titik dari pelbagai penjuru dunia dengan satu seruan dan Allah menyebut hambaNya itu sebagai TamuNya.

Ibadah haji ketika zaman dahulu menjadi sebuah momentum yang tepat untuk hijrah dan melakukan pergerakan perubahan sosial, politik dan ekonomi yang secara tak langsung menjadi sebuah kekuatan terbesar umat Islam ketika itu

Jika kita telusuri sejarah Islam di Nusantara, ritual Haji merupakan pintu gerbang terbesar bagi perkembangan dakwah islam di Nusantara. Ulama-ulama Islam di Nusantara dahulu ketika berhaji memiliki misi, bukan hanya pelaksanaan ibadah haji, namun juga mereka terkadang menetap beberapa bulan bahkan tahunan untuk menuntut Ilmu kepada ulama Haramain (mekkah Madinah), sehingga dirasa mencukupi keilmuwan yang mereka dapati, mereka pun kembali ke tanah airnya untuk menyebarkan dan mengembangkan ilmu yang ia dapatkan ketika berad di tanah suci.

sejarah mencatat, berapa banyak ulama Nusantara dahulu, ketika berangkat haji lalu sepulangnya mereka melakukan gerakan jihad perlawanan terhadap penjajahan, sehingga Kegiatan Haji, sempat di curigai dan di awasi dengan ketat oleh kompeni Belanda ketika itu.

Semangat haji pada zaman itu bukan hanya semangat Ibadah Ritual Formal kepada Allah swt. melainkan juga semangat mencari ilmu, melakukan perubahan dengan kesadaran bahwa, ilmu sangat penting bagi perkembangan kejayaan dan kesuksesan seseorang di dunia dan akhirat.

kita perhatikan ritual haji saat ini. di bandingkan zaman dahulu. Dalam setiap tahun, jamaah haji mengalami peningkatan, namun kenyataannya tidak berbanding Lurus terhadap peningkatan Sumber Daya Manusia baik mental maupun spiritual. idealnya, semangat Haji merupakan semangat Spiritual yang harusnya pribadi-pibadi yang baik akan tumbuh melalui ritual haji. perlu penelitian yang serius terhadap fenomena ini, kita tidak berani mengatakan bahwa orang-orang yang pergi haji hari ini tidak mabrur, toh.. mereka dengan rela menghabiskan uang puluhan juta untuk berangkat haji, namun kemudian kita berani mengatakan bahwa, terjadi pergeseran standar ukur terhadap keMabruran haji saat ini. Standar ukur itu apa..kita tanya pada hati kita masing-masing. wallahu ‘Alam. SAJ

Tinggalkan Balasan