Beranda>safawi(Halaman 5)

Terbaru: Tim SITUNG Menunggu Data Perolehan Suara dari Kecamatan

Rabu/ 27/06/18 saat ini Tim Situng dari KPU Kabupaten Langkat sedang Stand By menunggu data perolehan Suara dari 23 Kecamatan Kabupaten Langkat untuk Pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur Sumut, Bupati dan wakil Bupati Langkat.

Tim SITUNG

Pemilihan Gubernur Sumatera Utara dengan Kontestan dari 2 Pasangan Calon yaitu Edi Rahmayadi dan Musa Rajeckshah, serta DJarot Syaiful Hidayat dengan Sihar Sitorus, kemudian untuk bupati Langkat terdiri dari 3 Pasangan Calon Bupati yaitu Terbit Rencana PA dan Syah Afandin, Rudi Bangun dan Budiyono serta Sulistiyanto, berpasangan dengan Ustad Heriansyah. apapun hasilnya, mudah-mudahan melahirkan Pemimpin Kabupaten Langkat yang jujur dan adil!

Hentikan “Membaca” Alquran… Kita Bukan anak kecil lagi

Mencerna Alquran dalam konteks Tarbiyah sesungguhnya telah selesai di hari-hari kecil kita, di tengah Lampu teplok, Guru Ngaji yang galak lengkap dengan rotan di sampingnya bersiap-siap mengeksekusi kita jika salah dalam makhraj, fahsahah, waqaf dan mad ayat Alquran yang sedang kita baca dulu, beberapa Tahun …

Kemiskinan adalah Realitas yang harus diretas dengan Sikap

Pernah Rasul dalam Munajatnya berdoa : “Ya Allah, Ya Tuhan, Hidupkanlah Aku dalam keadaan Miskin, Matikanlah aku dalam keadaan Miskin dan kumpulkanlah aku bersama orang-orang Miskin”. Imam Baihaqi mengomentari Hadis ini Hasan dan Rasul bermaksud kata miskin tersbut dalam teks ada simbolisasi kesederhanaan , tawadhu dan rendah …

Pentingnya Pendampingan Sosial Terhadap Mereka….

Sebagai makhluk individu, manusia juga makhluk sosial, kecenderungan untuk berkumpul, pengakuan dari orang lain, apiliasi, komunikasi interaksi manusia menandakan ia butuh arti aktualisasi dalam kebermaknaan diri di tengah masyarakat. namun, interaksi yang dibangun atas dasar komunikasi yang komperhensif menyeluruh tersebut menjadi pudar dan perlahan-lahan tumbuh  …

Sebuah Prolog: Dunia Politik dan Isu SARA

Tolak Isu sara

Pembicaraan kita mengenai Agama hari ini jadi terasa sangat sensitif, betapa tidak, pengaruh iklim politik di tubuh bangsa ini menjadikan kita semakin bersemangat dalam segala hal. termasuk membicarakan persoalan agama. jika sebelum menjelang PILKADA dan Pilpres, orang-orang selalau tidak mempersoalkan seberapa besar ketaatan ke imanan orang lain hingga wilayah privasi agama itu sedikit tertutupi karena semua faham, keimanan seseorang yang berhak mengukurnya adalah Tuhan.

namun ketika musim politik tiba, Isu SARA itu bangkit lagi, kembali melancarkan serangan-serangannya kepada makhluk tolol yang mau saja dikuasai oleh berita Hoax dan isu propaganda dalam bingkai agama. Hari ini giliran orang-orang mempersoalkan pilihan seseorang dan mengkaitkannya dengan tingkat keyakinan dan keimanan orang tersebut. persoalan menjadi kompleks jika saja mereka sudah mulai menghakimi, menghukum bahkan menaruh stigma tendensius kepada orang lain hanya persoalan beda pilihan dalam berpolitik.

realitas ini anggaplah sebagai pengantar dari tulisan-tulisan saya berikutnya. karena kita harus Lawan dengan perlawanan konsisten demi keutuhan bangsa ini. Takbir!